Thursday, 27 December 2012

cara berternak udang windu

cara berternak udang windu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
penyiapan sarana serta peralatan
syarat konstruksi tambak menurut cara berternak udang windu  :
1 ) tahan terhadap damparan ombak besar, angin kencang serta banjir. jarak minimum pertambakan dari pantai yakni 50 meter atau minimum 50 meter dari bantara sungai.
2 ) lingkungan tambak beserta airnya kudu cukup baik buat kehidupan udang sampai dapat tumbuh normal sejak ditebarkan sampai dipanen.

3 ) tanggul kudu padat serta kuat tidak bocor atau merembes serta tahan terhadap erosi air.
4 ) design tambak kudu sesuai serta mudah buat operasi sehari-hari, sampai menghemat tenaga.
5 ) cocok dengan daya dukung area yang ada.
6 ) melindungi kebersihan serta kesehatan hasil produksinya.
7 ) saluran pemasuk air terpisah dengan pembuangan air. teknik pembuatan tambak dibagi di dalam tiga sistem yang cocok dengan letak, biaya, serta operasi pelaksanaannya, yaitu tambak ekstensif, semi intensif, serta intensif.
tambak ekstensif atau tradisional menurut
a ) dibangun di area pakai surut, yang umumnya berupa rawa-rawa bakau, atau rawa-rawa pakai surut bersemak serta rerumputan.
b ) wujud serta ukuran petakan tambak tidak teratur.
c ) luasnya pada 3-10 ha per petak.
d ) tiap-tiap petak mempunyai saluran keliling ( caren ) yang lebarnya 5-10 m di sepanjang keliling petakan sebelah di dalam. di bagian masih juga dibikin caren dari sudut ke sudut ( diagonal ). kedalaman caren 30-50 cm lebih di dalam dari bagian sekitarnya yang disebut pelataran. bagian pelataran hanya dapat diisi sedalam 30-40 cm saja.
e ) di masih petakan dibikin petakan yang lebih kecil serta dangkal buat mengipur nener yang baru datang selama 1 bln..
f ) delain itu ada kian lebih satu type tambak tradisional, misalnya type corong serta type taman yang dikembangkan di sidoarjo, jawa timur.
g ) pada tambak ini tidak ada pemupukan.
tambak semi intensif
a ) wujud petakan umumnya empat persegi panjang dengan luas 1-3 ha/petakan.
b ) setiap petakan mempunyai pintu pemasukan ( inlet ) serta pintu pengeluaran ( outlet ) yang terpisah buat keperluan penggantian air, penyiapan kolam sebelum akan ditebari benih, serta pemanenan.
c ) satu caren diagonal dengan lebar 5-10 m menyerong dari pintu ( pipa ) inlet ke arah pintu ( pipa ) outlet. basic caren miring ke arah outlet buat meringankan pengeringan air serta pengumpulan udang pada waktu panen.
d ) kedalaman caren selisih 30-50 cm dari pelataran.
e ) kedalaman air di pelataran hanya 40-50 cm.
f ) ada juga petani tambak yang buat caren di lebih kurang pelataran.
tambak intensif
a ) petakan berukuan 0, 2-0, 5 ha/petak, supaya pengelolaan air serta pengawasannya lebih mudah.
b ) kolam/petak pemeliharaan dapat dibikin dari beton seluruhnya atau dari tanah layaknya biasa. atau dinding dari tembok, tetapi basic masih tanah.
c ) umumnya berbentuk bujur sangkar dengan pintu pembuangan didalam serta pintu panen type monik di pematang saluran buangan. bentuk serta konstruksinya menyerupai tambak semi intensif bujur sangkar.
d ) lantai basic dipadatkan sampai keras, dilapisi oleh pasir/kerikil. tanggul biasanya dari tembok, masih air laut serta air tawar dikombinasi di dalam bak pencampur sebelum akan masuk di dalam tambak.
e ) ppipa pembuangan air hujan atau kotoran yang terbawa angin, dipasang mati di sudut petak.
f ) diberi aerasi buat menambah kandungan o2 di dalam air.
g ) penggantian air yang amat sering dimungkinkan oleh penggunaan pompa.
adapun prasarana yang diperlukan di dalam budidaya udang tambak meliputi :
petakan tambak
a ) baiknya dibikin di dalam bentuk unit. setiap satu unit tambak pengairannya datang dari satu pintu besar, yaitu pintu air utama atau laban. satu unit tambak terdiri dari tiga macam petakan : petak pendederan, petak glondongan ( buyaran ) serta petak pembesaran dengan perbandingan luas 1 :9 :90.
b ) tak hanya itu, juga ada petakan pembagi air, yang yaitu bagian yang terdalam. dari petak pembagi, masing-masing petakan terima bagian air buat pengisiannya. setiap petakan kudu mempunyai pintu air sendiri, yang diberi nama pintu petakan, pintu sekunder, atau tokoan. petakan yang berbentuk layaknya saluran disebut juga saluran pembagi air.
c ) tiap-tiap petakan terdiri dari caren serta pelataran.
pematang/tanggul
a ) ada dua macam pematang, yaitu pematang utama serta pematang pada.
b ) pematang utama yaitu pematang keliling unit, yang membuat perlindungan unit yang terkait dari efek luar. tingginya 0, 5 m di atas permukaan air pakai sangat tinggi. lebar bagian atasnya kurang lebih 2 m. bagian luar dibikin miring dengan kemiringan 1 :1, 5. tetapi buat bagian pematang bagian di dalam kemiringannya 1 :1.
c ) pematang pada yaitu pematang yang membatasi petakan yang satu dengan yang lain di dalam satu unit.
d ) ukurannya bergantung keadaan setempat, misalnya : tinggi 1-2 m, lebar bagian atas 0, 5-1, 5. sisi-sisinya dibikin miring dengan kemiringan 1 :1. pematang dibikin menggali saluran keliling yang jaraknya dari pematang 1 m. jarak tersebut biasa disebut berm.
saluran serta pintu air
a ) saluran air kudu cukup lebar serta di dalam, bergantung keadaan setempat, lebarnya berkisar pada 3-10 m serta dalamnya seandainya amat barangkali sejajar dengan permukaan air surut terrendah. sepanjang tepiannya ditanami pohon bakau lantas pelindung.
b ) ada dua macam pintu air, yaitu pintu air utama ( laban ) serta pintu air sekunder ( tokoan/pintu air petakan ).
c ) pintu air bertindak lantas saluran keluar masuknya air dari serta ke di dalam tambak yang terhitung di dalam satu unit.
d ) lebar mulut pintu utama pada 0, 8-1, 2 m, tinggi serta panjang cocok dengan tinggi serta lebar pematang. dasarnya lebih rendah dari basic saluran keliling, serta sejajar dengan basic saluran pemasukan air.
e ) bahan pembuatannya salah satunya : pasangan semen, atau bahan kayu ( kayu besi, kayu jati, kayu kelapa, kayu siwalan, dan sebagainya )
f )setiap pintu dilengkapi dengan dua deretan papan penutup serta salah satunya diisi tanah yang disebut lemahan.
g )pintu air dilengkapi dengan saringan, yaitu saringan luar yang menghadap ke saluran air serta saringan di dalam yang menghadap ke petakan tambak. saringan terbuat dari kere bambu, serta buat saringan di dalam dilapisi plastik atau ijuk.
pelindung :
a ) jadi bahan pelindung pada pemeliharaan udang di tambak, dapat dipasang rumpon yang terbuat dari ranting kayu atau dari daun-daun kelapa kering. pohon peneduh di sepanjang pematang juga dapat dipakai lantas pelindung.
b ) rumpon dipasang dengan jarak 6-15 m di tambak. rumpon bertindak juga buat menghindar hanyutnya kelekap atau lumut, sampai menumpuk pada diantara sudut lantaran tiupan angin.
pemasangan kincir :
a ) kincir biasanya dipasang setelah pemeliharaan 1, 5-2 bln., lantaran udang sudah cukup kuat terhadap pengadukan air.
b ) kincir dipasang 3-4 unit/ha. daya kelarutan o2 ke di dalam air dengan pemutaran kincir itu menggapai 75-90%.
pembibitan
menyiapkan benih ( benur )
benur/benih udang bisa didapat dari area pembenihan ( hatchery ) atau dari alam. di alam ada dua macam golongan benih udang windu ( benur ) menurut ukurannya, yaitu :
a ) benih yang masih halus, yang disebut post larva.
ada tepidi tepi-tepi pantai. hidupnya berupa pelagis, yaitu berenang dekat permukaan air. warnanya coklat kemerahan. panjang 9-15 mm. cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung layaknya huruf s dengan bentuk keseluruhan layaknya jet. ekornya membentang layaknya kipas.
b ) benih yang sudah besar atau benih kasar yang disebut juvenil.
biasanya telah memasuki muara sungai atau terusan. hidupnya berupa benthis, yaitu suka berdiam dekat basic perairan atau kadang-kadang melekat pada benda yang terendam air. sungutnya berbelang-belang selangseling coklat serta putih atau putih serta hijau kebiruan. badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan sampai kehitaman. pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.
langkah penangkapan benur :
a ) benih yang halus ditangkap memakai alat belabar serta seser.
- belabar yakni rangkaian memanjang dari ikatan-ikatan daun pisang kering, rumput-rumputan, merang, ataupun beberapa bahan yang lain.
- aktivitas penangkapan ditangani apabila air pakai.
- belabar dipasang tegak lurus pantai, dikaitkan pada dua buah patok, sampai terayun-ayun di permukaan air pakai.
- atau hanya diikatkan pada patok di diantara ujungnya, masih ujung yang lain ditarik oleh si penyeser sambil dilingkarkan mendekati ujung yang terikat. setelah lingkaran cukup kecil, penyeseran ditangani di kurang lebih belabar.
b ) benih kasar ditangkapi dengan alat seser juga dengan langkah selekasnya diseser atau dengan alat bantu rumpon-rumpon yang dibikin dari ranting pohon yang ditancapkan ke basic perairan. penyeseran ditangani di kurang lebih rumpon.
pembenihan dengan alami ditangani dengan langkah mengalirkan air laut ke di dalam tambak. biasanya ditangani oleh petambak tradisional.
benih udang/benur yang didapat dari pembibitan sebaiknya benur yang bermutu baik. adapun sifat serta ciri benur yang bermutu baik yang didapat dari area pembibitan yakni :
a )umur serta ukuran benur kudu seragam.
b ) apabila dikejutkan benur sehat akan melentik.
c ) benur berwarna tidak pucat.
d ) badan benur tidak bengkok serta tidak cacat.
perlakuan serta perawatan benih
a )langkah pemeliharaan dengan sistem kolam terpisah pemeliharaan larva yang baik yakni dengan sistem kolam terpisah, yaitu kolam diatomae, kolam induk, serta kolam larva dipisahkan.
- kolam diatomae
diatomae buat makanan larva udang yang yaitu hasil pemupukan yakni spesies chaetoceros, skeletonema serta tetraselmis di dalam kolam volume 1000-2000 liter.
spesies diatomae yang agak besar diberikan pada larva periode mysis, walau lebih senang zooplankton.
- kolam induk
kolam yang berukuran 500 liter ini diisi induk udang mempunyai kandungan telur yang diperoleh dari laut/nelayan. telur biasanya keluar pada malam hari. telur yang sudah dibuahi serta sudah menetas lantas nauplius, dipindahkan.
- kolam larva
kolam larva berukuran 2. 000-80. 000 liter. artemia/zooplankton diambil dari kolam diatomae serta diberikan pada larva udang mysis serta post larva ( pl5-pl6 ).
artemia kering serta udang kering diberikan pada larva periode zoa sampai ( pl6 ). larva periode pl5-pl6 dipindah ke petak buyaran dengan kepadatan 32-1000 ekor/m2, yang setiap kalidiberi makan artemia atau makanan buatan, lalu pl20-pl30 benur dapat dijual atau ditebar ke di dalam tambak.
b ) langkah pengipukan/pendederan benur di petak pengipukan
- petak pendederan benur yaitu sebagian dari petak pembesaran udang ( ± 10% dari luas petak pembesaran ) yang terletak di diantara sudutnya dengan kedalaman 30-50 cm, suhu 26-31derajat c serta kandungan garam 5-25 permil.
- petak terbuat dari daun kelapa atau daun nipah, agar benur yang masih lemah terlindung dari terik matahari atau hujan.
- benih yang baru datang, diaklitimasikan dulu. benih dimasukkan di dalam bak plastik atau bak kayu yang diisi air yang kandungan garam serta suhunya hampir sama saja dengan keadaan selama pengangkutan. lalu dengan berangsur-angsur air tersebut dikeluarkan serta diganti dengan
air dari petak pendederan.
- kepadatan pada petak ini 1000-3000 ekor. pakan yang diperoleh berupa campuran telur ayam rebus serta daging udang atau ikan yang dihaluskan.
- pakan tambahan berupa pellet udang yang dihaluskan. pemberian pelet ditangani sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang /hari serta diberikan pada sore hari. berat benih halus ± 0, 003 gram serta berat benih kasar ± 0, 5-0, 8 g.
- pellet dapat terbuat dari tepung rebon 40%, dedak halus 20 %, bungkil kelapa 20 %, serta tepung kanji 20%.
- pakan yang diperlukan : secangkir pakan buat petak pengipukan /pendederan seluas 100 m2 atau buat 100. 000 ekor benur serta diberikan 3-4 kali 1 hari.
c ) langkah pengipukan di dalam hapa
- hapa yakni kotak yang dibikin dari jaring nilon dengan mata jaring 3-5 mm agar benur tidak dapat lolos.
- hapa dipasang terendam serta tidak menyentuh basic tambak di dalam petak-petak tambak yang pergantian airnya mudah ditangani, dengan langkah mengikatnya pada tiang-tiang yang ditancamkan di basic petak tambak itu. kian lebih satu buah hapa dapat dipasang berderet-deret pada satu petak tambak.
- ukuran hapa dapat sesuai dengan kehendak, misalnya panjang 4- 6 m, lebar 1-1, 5 m, tinggi 0, 5-1 m.
- kepadatan benur di dalam hapa 500-1000 ekor/m2.
- pakan benur dapat berbentuk kelekap atau lumut-lumut dari petakan tambak di sekitarnya. dapat juga diberi pakan buatan berupa pelet udang yang dihancurkan dulu lantas serbuk.
- lama pemeliharaan benur di dalam ipukan 2-4 minggu, sampai panjangnya 3-5 cm dengan persentase hidup 70-90%.
- jaring lantas dinding hapa kudu dibersihkan 1 minggu sekali.
- hapa amat berguna untuk petani tambak, yaitu buat area aklitimasi benur, atau setiap waktu dipergunakan menyimpan ikan atau udang yang dikehendaki agar terus hidup.
d ) langkah pengangkutan :
pengangkutan menggunakan kantong plastik :
- kantong plastik yang berukuran panjang 40 cm, lebar 35 cm, serta tidak tidak tebal 0, 008 mm, diisi air 1/3 bagian serta diisi benih 1000 ekor.
- kantong plastik diberi zat asam sampai menggelembung serta diikat dengan tali.
- kantong plastik tersebut dimasukkan di dalam kotak kardus yang diberi styrofore foam lantas penahan panas serta kantong plastik kecil yang diisi pecahan-pecahan es kecil yang jumlahnya 10% dari berat airnya.
- benih dapat diangkut pada suhu 27-30 derajat c selama 10 jam perjalanan dengan angka kematian 10-20%.
pengangkutan memakai jerigen plastik :
- jerigen yang digunakan yang berukuran 20 liter.
- jerigen diisi air 1/2 bagiannya serta sebagian lagi diisi zat asam bertekanan lebih.
- jumlah benih yang dapat diangkut pada 500-700 ekor/liter. selama 6- 8 jam perjalanan, angka kematiannya kurang lebih 6%.
- didalam perjalanan jerigen kudu ditidurkan, agar permukaannya lantas luas, sampai benurnya tidak bertumpuk.
- untuk turunkan suhunya bisa memakai es batu.
e ) waktu penebaran benur
sebaiknya benur ditebar di tambak pada waktu yang teduh.
3. pemeliharaan pembesaran
pemupukan
pemupukan mempunyai tujuan buat mendorong perubahan makanan alami, yaitu : kelekap, lumut, plankton, serta bentos.
langkah pemupukan :
a ) untuk perubahan kelekap
-tanah yang sudah rata serta dikeringkan ditaburi dengan dedak kasar sebanyak 500 kg/ha.
- lantas ditaburi pupuk kandang ( kotoran ayam, kerbau, kuda, dan sebagainya ), atau pupuk kompos sebanyak 1000 kg/ha.
- tambak diairi sampai 5-10 cm, dibiarkan tergenang serta menguap sampai kering.
- seterusnya tambak diairi lagi sampai 5-10 cm, serta ditaburi pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 1000 kg/ha.
- pada saat itu ditambahkan juga pupuk anorganik, yaitu urea 75 kg/ha serta tsp ( triple super phosphate ) 75 kg/ha.
- setelah 5 hari lalu, kelekap mulai tumbuh. air dapat ditinggikan lagi dengan berangsur-angsur, sampai dalamnya 40 cm di atas pelataran. serta benih udang dapat dilepaskan.
- sepanjang pemeliharaan, diadakan pemupukan susulan sebanyak 1-2 kali 1 bln. memakai urea 10-25 kg/ha serta tsp 5-15 kg/ha.
b ) untuk perubahan lumut
tanah yang telah dikeringkan, diisi air buat melembabkannya, lalu ditanami bibit lumut yang ditancapkan ke di dalam lumpur.
- air dimasukkan sampai setinggi 20 cm, lalu dipupuk dengan urea 14 kg/ha serta tsp 8 kg/ha.
- air ditinggikan sampai 40 cm setelah 1 minggu.
- mulai minggu ke-2, setiap 1 minggu dipupuk lagi dengan urea serta tsp, masing-masing 10 takaran pada awalnya.
- lumut yang kurang pupuk akan berwarna kekuningan, tetapi yang dipupuk akan berwarna hijau rumput yang segar. lumut yang amat lebat akan beresiko untuk udang, oleh lantaran itu lumut hanya digunakan buat pemeliharaan udang yang dikombinasi dengan ikan yang lain.
untuk perkembangan diatomae
-jumlah pupuk nitrogen ( n ) serta pupuk fosfor ( p ) inginkan perbandingan kurang lebih 30 :1. apabila perbandingannya mendekati 1 :1, yang tumbuh yakni dinoflagellata.
- jadi sumber n, pupuk memiliki kandungan nitrat makin baik daripada pupuk memiliki kandungan amonium, lantaran dapat terlarut lebih lama di dalam air.
- misal pupuk :
* urea-co( nh2 )2 : prosentase n=46, 6.
* amonium sulfat-za-( nh4 )2so4 : prosentase n=21.
* amonium chlorida-nh4cl : prosentase n=25
* amonium nitrat-nh4no3 : prosentase n=37
* kalsium nitrat-ca( no3 )2 : prosentase n=17
* double superphosphate-ca( h2po4 ) : prosentase p=26
* triple superphosphate-p2o5 : prosentase p=39
- pemupukan diulangi sebanyak berapakah kali, sedikit untuk sedikit setiap 7-10 hari sekali.
-pemupukan pertama, digunakan 0, 95 ppm n serta 0, 11 ppm p. apabila luas tambak 1 ha serta tinggi air rata-rata 60 cm, membutuhkan 75-150 kg pupuk urea serta 25-50 kg tsp.
- perkembangan plankton diamati dengan secci disc. perubahan cukup seandainya pada kedalaman 30 cm, secci disc sudah tampak.
- takaran pupuk dikurangi seandainya secci disc tidak terlihat pada kedalaman 25 cm. tetapi apabila secci disc tidak tampak pada kedalaman 35 cm, lantas takaran pupuk perlu ditambah.
pemberian pakan
makanan buat tiap-tiap periode kehidupan udang berbeda-beda. makanan udang yang dapat dipakai di dalam budidaya terdiri dari :
a )makanan alami :
- burayak tingkat mysis, makanannya plankton hewani, protozoa, rotifera, ( branchionus ), anak tritip ( balanus ), anak kutu air ( copepoda ), dan sebagainya.
- burayak tingkat post larva ( pl ), serta udang muda ( juvenil ), tidak cuma makanan di atas juga makan diatomaee serta cyanophyceae yang tumbuh di basic perairan ( bentos ), anak tiram, anak tritip, anak udanngudangan ( crustacea ) selainnya, cacing annelida dan juga detritus ( sisa hewan serta tumbuhan yang membususk ).
- udang dewasa, makanannya daging binatang lunak atau mollusca ( kerang, tiram, siput ), cacing annelida, yaitut cacing pollychaeta, udang-udangan, anak serangga ( chironomus ), dan sebagainya.
- didalam usaha budidaya, udang dapat makan makanan alami yang tumbuh di tambak, yaitu kelekap, lumut, plankton, serta bentos.
b ) makanan tambahan
makanan tambahan biasanya dibutuhkan setelah waktu pemeliharaan 3 bln.. makanan tambahan tersebut dapat berbentuk :
-dedak halus dikombinasi cincangan ikan rucah.
- dedak halus dikombinasi cincangan ikan rucah, ketam, siput, serta udangudangan.
- kulit kerbau atau sisa pemotongan ternak yang lain. kulit kerbau dipotong-potong 2, 5 cm2, lalu ditusuk sate.
- sisa-sisa pemotongan katak.
-bekicot yang telah dipecahkan kulitnya.
- makanan anak ayam.
- daging kerang serta remis.
- trisipan dari tambak yang dikumpulkan serta dipech kulitnya.
c ) makanan buatan ( pelet ) :
-tepung kepala udang atau tepung ikan 20 %.
-dedak halus 40 %.
- tepung bungkil kelapa 20 %.
- tepung kanji 19 %.
- pfizer premix a atau azuamix 1 %.
langkah pembuatan :
-tepung kanji diencerkan dengan air secukupnya, lantas dipanaskan sampai mengental.
-beberapa bahan yang dicampurkan dengan kanji diaduk-aduk serta diremas-remas sampai merata.
- sesudah merata, dibentuk bulat-bulat serta digiling dengan alat penggiling daging. hasil gilingan dijemur sampai kering, lalu diremas-remas sampai patah-patah sepanjang rata-rata 1-2 cm.
takaran ransum udang serta langkah pemberian pakan :
a )udang diberi pakan 4-6 x 1 hari sedikit untuk sedikit.
b ) jumlah pakan yang diperoleh pada benur 15-20% dari berat tubuhnya /hari.
c ) jumlah pakan udang dewasa kurang lebih 5-10% berat tubuhnya/ hari.
d ) pemberian pakan ditangani pada sore hari makin baik.
pemeliharaan kolam/tambak
a )penggantian air. pembuangan air sebaiknya melalui bagian bawah, lantaran bagian ini yang kondisinya amat jelek. tetapi apabila air tambak tertutup air hujan yang tawar, pembuangannya me
b ) pengadukan dengan mekanis ( belum biasa ditangani ). dengan pengadukan, air dapat mendapat tambahan zat asam, atau tercampurnya air asin serta air tawar. pengadukan dapat memakai mesin pengaduk, mesin perahu tempel, atau kincir angin.
c ) menambahkan bahan kimia ( belum biasa ditangani ). kekurangan zat asam, dapat ditambah dengan kalium permanganat ( pk/kmno4 ). takaran 5-10 ppm ( 5-10 gram/1 ton air ), masih belum bisa membunuh udang. kapur bakar sebanyak 200 kg/ha dapat juga buat menangani o2.
d ) menambahkan volume air. seandainya suhu air tinggi, menambahkan jumlah volume air dapat dikurangi. perlu diberi pelindung.
e ) menghentikan pemupukan serta pemberian pakan. pemupukan serta pemberian pakan dihentikan apabila udang tampak menderita serta tambak di dalam kondisi jelek.
f ) singkirkan ikan serta ganggang yang mati memakai alat penyerok.
g ) menambahkan pemberian pakan. udang diberi tambahan pakan apabila perlihatkan tanda-tanda kekurangan makan, sampai perubahan makanan alami normal kembali.
perbaikan teknis yang diperlukan :
a )perbaikan saluran irigasi tambak buat sangat mungkin petakan-petakan tambak memperoleh air yang cukup mutu serta dan kuantitasnya, selama hidup pemeliharaan.
b ) pompanisasi, untuk tambak-tambak di area yang perbedaan pakai surutnya rendah ( kurang dari 1 m ), yang setiap waktu diperlukan pergantian air ke di dalam atau keluar tambak.
c ) perbaikan konstruksi tambak, yang meliputi konstruksi tanggul, pintu air saringan masuk ke di dalam tambak agar tambak tidak mudah bocor, serta tanggul tidak longsor.
d ) perbaikan manajemen budidaya yang meliputi : langkah pemupukan, padat penebaran yang maksimal, pemberian pakan, langkah pengelolaan air serta langkah pemantauan terhadap perubahan serta kesehatan udang.
p a n e n
udang yang siap panen yakni udang yang telah berumur 5-6 bln. waktu pemeliharaan. dengan syarat mutu yang baik, yaitu :
1 ) ukurannya besar
2 ) kulitnya keras, bersih, licin, bersinar serta badan tidak cacat
3 ) masih di dalam keadaan hidup serta segar.
penangkapan
penangkapan sebagian
a. memakai prayang, yang terbuat dari bambu, yang terdiri dari dua bagian, yaitu kere lantas pengarah serta perangkap berbentuk jantung lantas area jebakan. prayang dipasang tepidi tepi tambak, dengan kerenya melintang tegak lurus pematang serta perangkapnya ada di ujung kere. pemasangan prayang ditangani malam hari pada waktu ada pakai besar serta di atasnya diberi lampu buat menarik perhatian udang. lubang prayang dibikin 4 cm, sampai yang terjerat hanya udang besar saja. pada lubang mulut dipasang tali nilon atau kawat yang melintang dengan jarak masing-masing kurang lebih 4 cm.
b. memakai jala lempar. penangkapan ditangani malam hari. air tambak dikurangi sebagian buat meringankan penangkapan. penangkapan ditangani dengan masuk ke di dalam tambak. penangkapan dengan jala dapat dikerjakan apabila ukuran udang di dalam tambak tersebut seragam.
c. memakai tangan kosong. ditangani pada siang hari, lantaran udang biasanya berdiam diri di dalam lumpur.
2. penangkapan total
a. penangkapan total dapat dikerjakan mengeringkan tambak.
pengeringan tambak dapat dikerjakan dengan pompa air atau apabila tidak
ada kudu mencermati pakai surut air laut. malam/dini hari
menyongsong penangkapan, air dikeluarkan dari petak tambak perlahanlahan
waktu air surut. pada tambak semi intensif, air disurutkan sampai
caren, sampai kedalaman air 10-20 cm.
b. memakai seser besar yang mulutnya direndam di lumpur
basic tambak/caren, lantas didorong sambil mengangkatnya jika
diperkirakan sudah banyak udang yang masuk di dalam seser. serta langkah
tersebut ditangani berulang-ulang.
c. memakai jala, biasanya ditangani banyak orang.
d. memakai kerei atau jaring yang lebarnya sesuai dengan
lebar caren. lumpur basic area udang bersembunyi didorong beramairamai
oleh sebagian orang yang memegangi kerei atau jaring itu, menuju
ke depan pintu air. di depan pintu air udang dicegat dengan kerei selainnya.
udang terkumpul di kubangan dekat pintu ai, sampai dengan mudah
ditangkap.
e. dengan meletakkan jaring penadah yang cukup luas atau panjang di
saluran pembuangan air. pintu air dibuka serta diatur agar air mengalir
perlaha-lahan, sampai udang sedikit tertinggal bersembunyi
di dalam lumpur. udang akan keluar bersamaan air serta tertadah di dalam jaring
yang terpasang serta dengan mudah ditangkapi dengan seser.
f. memakai jaring ( trawl ) listrik. jaring ini berbentuk dua buah
kerucut. badan kantung mempunyai bukaan persegi panjang. mulut
kantung yang di bawah di pakai pemberat agar dapat tenggelam di
lumpur. bagian atas mulut jaring diberi pelampung agar mengambang di
permukaan air. bagian bibir bawah mulut jaring dipasang kawat yang
dapat dialiri listrik berkekuatan 3-12 volt. listrik yang mengaliri kawat di
basic mulut jaring akan mengejutkan udang yang terkena, lantas udang
akan meloncat serta masuk ke di dalam jaring.
pembersihan
udang yang telah ditangkap dikumpulkan serta dibersihkan sampai bersih. lalu udang ditimbang serta dipilih menurut mutu ukuran yang sama serta tidak cacat.
Penelusuran yang terkait dengan cara berternak udang windu adalah : cara ternak udang windu, makalah ternak udang windu, jual udang windu, mencari udang windu, agraris udang windu. budidaya udang galah, penternakan udang galah, cara budidaya udang windu, , buku cara berternak udang windu, CD cara berternak udang windu, cara berternak udang windu di indonesia, cara berternak udang windu yang benar, cara berternak udang windu di tambak, cara berternak udang windu di kolam, cara berternak udang windu di pesisir, cara berternak udang windu di keramba.


Sumber:
http://caraberternak.com/cara-berternak-udang-windu/

Wednesday, 26 December 2012

cara benar budidaya udang vaname

Udang Vaname (Penaeus vannamei) di Indonesia merupakan jenis udang introduksi dari kawasan sub-tropis sekitar perairan negara Meksiko, Amerika Latin. Meskipun asal udang vaname dari kawasan sub-tropis, dalam pengembangannya dapat pula dibudidayakan di kawasan tropis secara massal dengan penerapan teknologi dari sederhana hingga intensif.

Bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, udang vaname memiliki karakteristik spesifik seperti adaptasi tinggi terhadap lingkungan suhu rendah, perubahan salinitas (khususnya pada salinitas tinggi), laju pertumbuhan yang relatif cepat pada bulan I dan II dan kelansungan hidup tinggi. Dengan keunggulan yang dimiliki tersebut, jenis udang ini sangat potensi dan prospektif pengembangannya.


KONSTRUKSI TAMBAK

Teknologi yang diperkenalkan melalui leaflet ini adalah Semi Intensif. Dalam budidaya udang semi intensif, sistem budidaya yang diterapkan sebaiknya memakai sistem “ resirkulasi” dengan rasio luas tambak 40% : 60% antara petak tandon dengan petak pemeliharaan. Konstruksi tambak terutama tanggul/pematang harus kuat, kedap air (tidak rembes dan bocor), tidak mudah longsor, pintu masuk dan keluar terpisah, bentuk caren melintang di tengah dasar tambak.
Jenis dan fungsi petakan dan saluran tambak yang diperlukan dalam budidaya udang semi intensif dengan sistem resirkulasi tertutup yaitu :
- Petak tambak karantina yang berfungsi sebagai petak isolasi air media, baik air baru ataupun air lama (air resirkulasi);
- Saluran suplai air yang menampung air dengan baku mutu air standar, yang didistribusikan ke petak-petak pembesaran;
- Petak pembesaran dipergunakan sebagai petak pemeliharaan udang hingga panen;
- Saluran pembuangan yang berasal dari petak pembesaran, berfungsi sebagai saluran pengendapan lumpur/limbah.;
- Petak tandon (bio filter/ bio screen) petak tambak yang dipelihara organisme jenis ikan multispeies dan ikan (bioscreen/biofilter) guna untuk memangsa hama penular penyakit udang;
- Petak unit pengolah limbah berfungsi sebagai petak penampungan air buangan kotoran (limbah) udang, terutama air buangan limbah tambak;
- Elevasi dasar tambak petak pembesaran udang terhadap saluran pembuangan (air surut terendah) yang standar dan ideal akan mempermudah pengelolaan air dan pembuangan lumpur/kotoran, baik secara harian maupun dalam kondisi tertentu.
- Central drain; adalah sistem pembuangan air yang dibuat /diletakan di titik konsentrasi pengumpulan kotoran, yaitu pada bagian tengah petak pembesaran udang;
- Pintu monik; adalah model pintu pembuangan air yang terbuat dari pasangan bata/batu dan cor semen. Pintu pengatur berada pada pematang bagian sisi dalam, sementara buis beton pembuangan air menghadap ke saluran pembuangan air;
- Pematang dan dasar tambak; Dimensi pematang yang ideal (dibuat dari tanah) untuk tambak udang adalah lebar atas antara 2,5 – 3,5 m, lebar bawah antara 7,0 – 9,0 m dan tinggi antara 1,5 – 2,0 m, kemiringan/slope 45 – 60 derajat.

PENGELOLAAN TAMBAK

Pengelolaan tambak meliputi : pengeringan, pembalikan tanah, pengapuran dan pemasukan air. Pengeringan dasar tambak dapat dilakukan selama 7-10 hari sampai tanah dasar tambak retak-retak, kemudian dilakukan pembalikan tanah. Jika pH tanah kurang dari 6,5, maka perlu dilakukan pengapuran dengan dosis

PEMELIHARAAN UDANG

Penyiapan Media Air Tahapan pada proses penyiapan media air adalah :
• Sterilisasi media air : dengan aplikasi kaporit 30 ppm dan saponin 10-12 ppm
• Pengisian air : dilakukan hingga ketinggian mencapai 0,8-1,0 m
• Pemupukan awal : pupuk organik 300-500 kg/ha
• Adaptasi media air : tingkat kecerahan air awal berkisar 40-45 cm.

Pemilihan dan Penebaran Benih

Ciri-ciri benur yang sehat :
• Ukuran seragam
• Gerakan lincah dan menantang arus
• Respon terhadap gerakan
• Putih transparan, kaki bersih, isi usus tidak putus, adaptif terhadap perubahan salinitas dan bebas virus
Padat penebaran yang optimal pada pembesaran udang vaname dengan teknologi semi intensif adalah 15 – 40 ekor per meter persegi atau 150.000 – 400.000 ekor/ha.

Masa Pemeliharaan Tahapan yang dilakukan dalam pemeliharaan adalah :

• Pengaturan dan pemberian pakan
• Manajemen plankton
• Pengelolaan air

Pengamatan kondisi dan pertumbuhan udang

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
• Kesehatan dan kondisi udang
• Pertambahan berat harian
• Tingkat kelangsungan hidup, serta
• Biomass

PENGELOLAAN KESEHATAN UDANG

Pengamatan dan monitoring kesehatan udang di tambak dilakukan melalui pengamatan secara visual terhadap nafsu makan, pertumbuhan, kelengkapan organ dan jaringan tubuh.

Ciri-ciri udang yang kurang sehat adalah :
• Terdapat bakteri Zoothammium sp pada insang dan tubuh
• Karapas (kepala) dan kulit abdomen (badan) berlumut
• Ekor gerepes, insang kotor, antena putus
• Daging udang keropos, warna tubuh dan ekor kemerahan.

Pengamatan Rutin

Pengamatan di anco dilakukan untuk melihat populasi dan kesehatan setiap saat

Ciri-ciri udang sehat adalah :
• Gerakan aktif, berenang normal dan melompat bila anco di angkat
• Respon positif terhadap arus, cahaya, bayangan dan sentuhan
• Tubuh bersih, licin, berwarna cerah, belang putih yang jelas
• Tubuh tidak keropos, anggota tubuh lengkap
• Kotoran tidak mengapung
• Ujung ekor tidak geripis
• Ekor dan kaki jalan tidak menguncup
• Insang jernih atau putih serta bersih
• Kondisi usus penuh, tidak terputus-putus Pencegahan Penyakit
• Air pemeliharaan diusahakan bebas kontaminasi virus dengan kaporit atau pengendapan dan filtrasi dengan biofilter
• Pemeliharaan fitoplankton sebagai penyerap racun melalui aplikasi pupuk urea
• Pengamatan secara rutin terhadap pH, suhu, salinitas dan kecerahan air
• Lakukan disiplin kaidah, aturan dan prinsip utama budidaya udang yang berwawasan lingkungan

PEMANENAN HASIL DAN ANALISA USAHA

Pemanenan dilakukan setelah umur pemeliharaan >100 hari atau size udang telah mencapai 50 ekor/kg. Pemanenan dapat dilakukan dengan menggunakan jala atau ditangkap melalui pintu air dengan mengeringkan tambak.

Analisa usaha pembesaran budidaya udang vaname semi intensif dalam satu musim tanam seluas 1 ha, dengan padat penebaran 40 ekor per meter persegi, dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 50.000.000,-Lebih jelasnya contoh analisa usaha pembesaran budidaya udang vaname semi intensif dengan luas total unit 2 ha dengan petak pembesaran 1 ha

analisa usaha pembesaran udang vaname semi intensif di atas, maka besarnya nilai B/C dapat dihitung sebagai berikut : B /C Ratio = Jumlah Penerimaan : Total Biaya = 148.400.000 : 96.277.900 = 1,54 Dengan nilai B/C Ratio dari analisa usaha di atas sebesar 1,5 artinya bahwa kondisi usaha pembesaran udang vaname semi intensif tersebut sangat baik sekali diusahakan/diteruskan

sumber : http://www.perikanan-budidaya.dkp.go.id

Tuesday, 25 December 2012

Cara Budidaya Tambak Udang

Budidaya Tambak Udang 256x300 Cara Budidaya Tambak Udang
Sekilas Tentang Udang. Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Udang biasa dijadikan makanan laut (seafood). Dalam bahasa Banjar disebut hundang.

Petak tambak untuk budidaya udang yang baik harus memiliki karakter kedap air dan dapat membuang limbah secara efisien. Karakteristik yang ke dua dapat terpenuhi apabila kotoran yang ada di dalam tambak terkonsentrasi di dekat saluran pembuangan harian. Prinsip ini dapat terpenuhi pada tambak dengan bentuk dan luas yang optimal. Sebagai contoh adalah petak tambak berbentuk bujur sangkar ukuran 50 x 50 m dengan sistem central drain merupakan petak tambak yang memenuhi syarat tersebut. Semakin besar perbedaan antara ukuran panjang dan lebar, maka kemungkinan terkumpulnya limbah semakin sedikit, sehingga pembuangan limbah semakin tidak efisien.

Posisi tambak, terutama dasar tambak terhadap sea level, akan menentukan kecepatan pengeringan air pada saat panen dan besarnya biaya untuk panen. Dasar tambak yang berada di atas level pasang tertinggi (misalnya 20 cm di atas HHWL) berakibat pada waktu panen tidak bergantung pada keadaan tinggi pasang serta dapat dilakukan secara gravitasi. Semakin rendah posisi dasar tambak dari level di atas berakibat pada semakin lamanya proses pengeringan, ada ketergantungan pada kondisi pasang, dan bahkan pada penambahan biaya untuk pompa.

Adanya tuntutan terhadap dilakukannya budidaya udang yang ramah lingkungan serta penyakit virus yang selalu mengintai udang, maka diperlukan pula adanya influent water treatment dan efluent water treatment. Oleh karena itu, dua unit petak untuk keperluan tersebut perlu dibangun melengkapi petak tambak untuk budidaya.

Sumber air untuk tambak (air tawar dan air laut) dibawa oleh saluran pembawa, dialirkan ke dalam petak influent water treatment, kemudian dialirkan ke dalam petak tambak. Dari petak tambak, air dibuang ke saluran drainase, dialirkan ke petak efluent water treatment, untuk kemudian dibuang ke laut.
Untuk memberikan gambaran teknis konstruksi suatu hamparan tambak, diuraikan salah satu contoh konstruksi dari tambak seluas 5 ha di bawah ini.

Bisnis Rumahan
Home » Usaha Perikanan » Cara Budidaya Tambak Udang
Cara Budidaya Tambak Udang

Cara Budidaya Tambak Udang

Peluang Usaha-Oke.Com
Budidaya Tambak Udang 256x300 Cara Budidaya Tambak Udang
Cara Budidaya Tambak Udang
Cara Budidaya Tambak Udang.
Sekilas Tentang Udang. Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Udang biasa dijadikan makanan laut (seafood). Dalam bahasa Banjar disebut hundang.
Petak tambak untuk budidaya udang yang baik harus memiliki karakter kedap air dan dapat membuang limbah secara efisien. Karakteristik yang ke dua dapat terpenuhi apabila kotoran yang ada di dalam tambak terkonsentrasi di dekat saluran pembuangan harian. Prinsip ini dapat terpenuhi pada tambak dengan bentuk dan luas yang optimal. Sebagai contoh adalah petak tambak berbentuk bujur sangkar ukuran 50 x 50 m dengan sistem central drain merupakan petak tambak yang memenuhi syarat tersebut. Semakin besar perbedaan antara ukuran panjang dan lebar, maka kemungkinan terkumpulnya limbah semakin sedikit, sehingga pembuangan limbah semakin tidak efisien.
Posisi tambak, terutama dasar tambak terhadap sea level, akan menentukan kecepatan pengeringan air pada saat panen dan besarnya biaya untuk panen. Dasar tambak yang berada di atas level pasang tertinggi (misalnya 20 cm di atas HHWL) berakibat pada waktu panen tidak bergantung pada keadaan tinggi pasang serta dapat dilakukan secara gravitasi. Semakin rendah posisi dasar tambak dari level di atas berakibat pada semakin lamanya proses pengeringan, ada ketergantungan pada kondisi pasang, dan bahkan pada penambahan biaya untuk pompa.
Adanya tuntutan terhadap dilakukannya budidaya udang yang ramah lingkungan serta penyakit virus yang selalu mengintai udang, maka diperlukan pula adanya influent water treatment dan efluent water treatment. Oleh karena itu, dua unit petak untuk keperluan tersebut perlu dibangun melengkapi petak tambak untuk budidaya.
Sumber air untuk tambak (air tawar dan air laut) dibawa oleh saluran pembawa, dialirkan ke dalam petak influent water treatment, kemudian dialirkan ke dalam petak tambak. Dari petak tambak, air dibuang ke saluran drainase, dialirkan ke petak efluent water treatment, untuk kemudian dibuang ke laut.
Untuk memberikan gambaran teknis konstruksi suatu hamparan tambak, diuraikan salah satu contoh konstruksi dari tambak seluas 5 ha di bawah ini.



1. Konstruksi Petak Tambak
*
Luas : 50 x 50 m
*
Kedalaman air :
• Pinggir 125 cm
• Tengah 145 cm
*
Saluran pembuang air harian, dari dasar tengah tambak “central drain”
*
Saluran pembuangan air harian : pipa 6? dengan “stand pipe”
*
Saluran pengering total : “scot balok” lebar 60 cm di sudut
*
Dasar titik tengah tambak : 20 cm di atas HHWL
*
Setiap petak tambak berada diantara Saluran Pembawa (SP) dan Saluran Drainase (SD)
*
Pergantian air maksimum 5% volume per hari.
2. Jaringan Irigasi
*
Saluran Pembawa (SP)
• Air laut dialirkan secara gravitasi melalui jeti, masuk ke tandon untuk seterusnya ke Saluran Pembawa Primer (SPP) dan didistribusikan ke Saluran Pembawa Sekunder (SPS), untuk selanjutnya masuk ke Saluran Pembawa Tersier (SPT).
• Seluruh dasar saluran pembawa (SP) berada 20 cm di bawah LLWL
• Dimensi SPS dan SPT disesuaikan dengan total kebutuhan air maksimum petak-petak tambak yang dilayaninya.
• Kecepatan air yang berada di SP adalah £ 0,7 m/detik.
*
Saluran Drainase (SD)
• Air buangan dari setiap petak tambak masuk ke Saluran Drainase Tertier (SDT) atau Saluran Drainase Sekunder (SDS). Seluruh air dari SDS masuk petak pengolahan limbah, selanjutnya dialirkan ke rawa hutan bakau dan dari situ air disadap masuk ke Saluran Drainase Primer (SDP), terus dialirkan ke laut pada titik terjauh dari jeti.
• Seluruh dasar SD berada ³MSL (Mean Sea Level).
• Air buangan dari petak pada saat panen maksimum adalah 2.750 m3/5 jam; panen maksimum 4 petak/hari/SD.
• Dimensi SD dibuat sesuai dengan panen maksimum 4 petak/hari/SD yaitu (2.750 m3/menit x 4)/5jam = 36,67 m3 /menit = 0,61 m3/detik.
• Batasan kecepatan aliran di SD adalah < 0,8 m/detik, dengan kemiringan saluran > 0,01%.
Itulah sekilas tentang cara budidaya tambak udang. Semoga artikel ini bermanfaat.



Sumber:
http://peluangusaha-oke.com/cara-budidaya-tambak-udang/